Sinopsis Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari

Sinopsis Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari

Perahu Kertas adalah novel roman remaja karya Dewi Lestari (dengan nama pena Dee), diterbitkan pada tahun 2009 oleh Bentang Pustaka. Buku ini bercerita tentang pertemuan dua remaja di sebuah universitas di Bandung; Keenan adalah mahasiswa ekonomi yang suka melukis, dan Kugy adalah mahasiswa sastra yang suka menulis dongeng. Novel tersebut kemudian diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama pada tahun 2012.

Identitas Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari

Judul Perahu Kertas
Penulis Dewi Lestari
Tahun Terbit 2009
Penerbit Bentang Pustaka
Tebal 444 Halaman

Sinopsis Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari

Novel perahu kertas dimulai dengan kisah seorang anak kecil bernama Keenan. Dia adalah seorang remaja yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah di Belanda, tepatnya di Amsterdam. Keenan dan neneknya telah tinggal di negara itu selama hampir 6 tahun. Keenan lahir dengan cita-cita menjadi seorang pelukis. Namun, ia dipaksa kembali ke Indonesia oleh ayahnya. Keluarganya tidak mendukung Keenan untuk menjadi pelukis. Ia akhirnya memulai studinya di sebuah universitas di Bandung. Dia melunakkan hatinya dan memutuskan untuk belajar di Fakultas Ekonomi.

Tokoh sentral lainnya adalah seorang wanita mungil bernama Kugy. Ia digambarkan sebagai tokoh yang ceria. Sangat kontras dengan Keenan yang dingin dan kaku. Kugy juga merupakan karakter yang dingin dan aneh. Jika dia berada di keramaian, dia akan mudah terlihat. Kugy menyukai dongeng dan cerita klasik. Ia bercita-cita menjadi penulis dongeng sejak kecil. Ia memiliki koleksi buku dongeng dan ingin menjadi desainer dongeng sekaligus penerjemah dongeng. Namun dalam mimpinya yang membara, kenyataan memaksanya untuk menyadari bahwa menulis dongeng bukanlah profesi yang menghasilkan banyak uang. Untuk alasan atau realisme, Kugy terpaksa menguburkan mimpinya. Namun, karakter Kugy tidak patah semangat. Ia menyukai dunia menulis. Hal ini memungkinkan dia untuk melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra di sebuah universitas di Bandung. Di universitas yang sama dengan karakter, Keenan.

Perjumpaan antara dua karakter ini tidak terlepas dari karakter lainnya, yaitu Noni dan Eko. Noni adalah peran pendukung dalam cerita dan teman dekat Kugy. Sedangkan Eko adalah sepupu Keenan. Kugy dan Keenan pertama kali bertemu saat Eko dan Noni bertemu dengan Keenan yang baru saja tiba di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Kugy dan Keenan menjalin persahabatan dengan Eko dan Noni. Diam-diam, mereka saling mengagumi. Kugy yang suka menggunakan dongeng untuk bercerita, tiba-tiba bertemu dengan Keenan yang bisa bercerita dengan gambar. 

Mereka jatuh cinta diam-diam dalam diam. Namun, kondisi mengharuskan mereka untuk tetap diam dan menebak-nebak. Keheningan mereka tentang perasaan satu sama lain semakin parah, karena Kugy sudah memiliki pacar bernama Ojos atau Joshua. 

Pada saat yang sama, Keenan yang belum memiliki pasangan ingin berpasangan dengan karakter bernama Wanda. Wanda sendiri adalah seorang kurator. Hal ini membuat Eko dan Noni bersemangat untuk mendekatkannya dengan Keenan yang pandai menggambar.

Persahabatan Kugy, Keenan, Eko dan Noni berlanjut seperti biasa. Namun lambat laun, mereka menjauh. Kugy sibuk dengan murid-muridnya di sekolah darurat. Ia menjadi guru sukarelawan. Dia mengajar dengan bercerita. Anak-anak yang awalnya anak usil berubah menjadi cinta karena petualangan dongeng "Jenderal Pilik dan Pasukan Alit". Dongeng ini ditulis oleh Kugy dalam sebuah buku. Di masa depan, dia memberikan buku dongeng itu kepada Keenan.

Berbeda dengan Keenan, ia juga sibuk dengan kehidupannya, termasuk hubungannya yang dekat dengan Wanda. Awalnya, hubungan mereka sangat baik. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan ini menjadi rumit dan menghantam Keenan. Dia menyadari bahwa apa yang dia coba bangun telah runtuh dalam semalam. Dia sangat sedih, sangat remuk, dan sangat kecewa. Keenan pun memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung menuju Bali. Keenan tinggal bersama Pak Wayan di Pulau Dewata, yang merupakan teman ibunya.

Sebelum pergi, Kugy memberi Keenan sebuah dongeng, "Pasukan Jenderal Pilik dan Alit." Keenan membawanya ke Bali. Itu digantikan oleh Pak Wayan, dan Keenan perlahan membangun kembali kehidupan dan mimpinya. Ia tinggal bersama banyak seniman, yang membuat naluri seni lukisnya semakin terasah. 

Di Bali, Keenan memuja keponakan Pak Wayan, Luhde Laksmi. Pada akhirnya, setelah beberapa saat, Keenan menjadi salah satu pelukis yang karyanya diburu. Dia menciptakan serangkaian lukisan yang disukai kolektor. Ceritanya adalah dongeng yang diberikan oleh Kugy sebelumnya.

Pada saat yang sama, setelah lulus dari universitas, Kugy kembali ke Jakarta dan menjadi seorang copywriter. Kemudian dia menjalin hubungan dengan bosnya, yang juga merupakan sahabat kakaknya. Dia memiliki hubungan dengan Remy, meskipun Kugy diam-diam masih mengingat Keenan. 

Hingga suatu hari, Kugy bertemu dengan Keenan yang terpaksa meninggalkan Bali karena ayahnya terkena strok. Keenan harus melanjutkan perusahaan ayahnya. Pertemuan Kugy dan Keenan dalam situasi berbeda ini membuat mereka tidak bisa menahan perasaan satu sama lain. Konflik dimulai dari sini.

Mahasiswa Semester 7